Pamit

Maaf, aku harus menjauh darimu. Maaf, aku harus segera melupakanmu. Dan maaf, aku harus berhenti menunggumu. Aku pamit. Aku harus pergi.

Izinkan aku mengucapkan selamat tinggal dihadapanmu. Izinkan aku menatap wajah dan senyummu yang memikat itu. Izinkan aku mendengar suaramu memanggil namaku. Apakah boleh? Semua itu sebagai kenangan terakhir yang mungkin takkan pernah ku lupa.

Mungkin, suatu hari nanti aku akan merindukanmu. Rindu canda tawa yang pernah terlukis di saat kita bertemu. Dan mungkin, aku akan menyesali atas keputusanku untuk pergi darimu. Bila pada akhirnya aku harus menahan rindu.

Aku ingin tahu, apakah setelah aku pergi kamu akan rindu? Apakah kamu akan menghampiriku lalu berkata "tetap disini bersamaku"? Apakah kamu akan merasa kehilanganku? Oh iya, aku lupa, aku bukan siapa-siapa dalam hidupmu. Tak mungkin semua itu jadi kenyataan. Hanya ilusiku yang penuh fatamorgana.

Ketahuilah, aku ingin kamu tahu rasanya kehilangan seseorang yang tulus menyayangimu. Aku ingin kamu mengerti rasanya merindukan sosok yang sulit untuk bertemu. Aku ingin kamu menyesali tak menolakku untuk pergi.

Carilah aku. Hampiri aku. Dan berkata sejujurnya atas penyesalanmu. Aku disini dan masih tetap disini dengan keadaan yang sama. Terkecuali dengan hati. Mungkin saat itu aku lebih bahagia setelah melepasmu. Fokus pada tujuan hidupku yang lebih berarti daripada mengingatmu.

Tahukah kamu sebenarnya aku sedih untuk pergi darimu? Rasanya berat untuk melangkah dan sulit untuk tak menatap senyummu dalam sehari saja. Aku lelah harus berpura-pura seperti tak mengenalmu saat kita bertemu di jalan. Padahal dalam hatiku ingin sekali menyapamu. Tapi, inilah pilihan terbaik yang harus ku tempuh.

Semoga suatu hari nanti kamu mengerti atas semua perasaanku. Semoga suatu hari nanti kamu menyadari atas kehadiranku. Dan semoga suatu hari nanti kamu dapat merindu senyuman manis yang pernah kulukiskan untukmu.

Terimakasih atas semuanya. Atas kenangan indah yang mungkin takkan ku lupa hingga nanti. Terimakasih mau mengenalku, mau tertawa bersamaku, dan mau tersenyum kepadaku. Semoga suatu hari nanti aku masih sama seperti dulu. Dengan karakter yang sama begitupun dengan hati.

Aku pamit. Aku harus pergi. Maaf, pernah mengganggu waktumu hanya untuk membuatku tersenyum bahagia :').

Yukkk, dicomment guyss!! Aku mau tahu apa yang kalian rasakan saat ini, saling berbagi cerita yukk :')

Gimana? Tersentuh gak? Semoga suka guyss, aku mau mewakili perasaan kalian yang mengalami ini :')

Komentar

  1. Dia tidak pamit tapi menjauh
    Dia tidak menjauh tapi berjarak
    😔😔😔

    BalasHapus
  2. Ya ampun mineee kau mewakili perasaan kuu😞

    BalasHapus
  3. Ya ampun itu mine itu kaya perasaan gw skrng dia pergi tanpa pamit dan penjelasan

    BalasHapus
  4. Jangan pamit disaat kamu belum memulai obrolan terlebih dahulu.

    Huhhhhhhhhhhh blm mulai udah nyerah):

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Tak Harus Memiliki

Kamu ingin menjadi orang yang selalu rendah hati meskipun banyak kebahagiaan yang kamu dapat? Ini dia tips buat kamu! Yuk, simak artikel berikut ini!