Cinta Tak Harus Memiliki
Cinta, sebuah kata yang sederhana namun mempunyai banyak makna. Apakah cinta butuh sebuah alasan? Jawabannya tidak. Apakah cinta butuh balasan? Tidak juga. Apakah cinta butuh sebuah penghakiman? Itu pun tidak. Lantas, cinta membutuhkan apa? Cinta itu butuh penghargaan. Mengapa? Karena cinta adalah hal yang perlu diapresiasi. Kamu tahu betapa sakit bila cinta bertepuk sebelah tangan? Mencintai tanpa mendapatkan sebuah balasan. Hanya bisa memandang wajahmu dari jarak jauh, itu pun sudah cukup.
Terkadang cinta itu menyakitkan, membuat tetesan air mata terjatuh demi seseorang yang bahkan tak tahu perasaan diriku. Memang, cinta itu tak harus memiliki. Namun, bolehkah aku untuk tetap mencintaimu? Mengenalmu saja aku sudah bahagia, apalagi aku bisa bersamamu di setiap waktu.
Pikiran buruk terkadang selalu terpintas dalam benakku. Aku takut hatimu jatuh ke pelukan dia, yang mungkin lebih baik dan sempurna dariku. Bukannya aku takut untuk kehilanganmu, namun aku takut tak dapat melupakanmu setiap waktu.
Aku ingin suatu saat kamu tahu, ada seseorang yang sabar menantimu. Ada seseorang yang rela menahan tangis demi kebahagiaanmu. Ada seseorang yang tak pernah lelah untuk mengingat wajahmu.
Bolehkah aku tetap mencintai kamu?
Bila kamu bahagia bukan karena aku, aku akan ikut bahagia. Kamu tahu mengapa? Karena kebahagiaan dapat terpancar saat seseorang yang aku cintai tersenyum bahagia. Meskipun nanti aku hanya bisa menatap punggungmu yang menjauh pergi bersama dia. Tenang saja, pada saat itu aku takkan marah. Tapi, aku akan menangisi kepergianmu. Tangisku akan meyadariku untuk melepasmu selamanya.
Heiii, bolehkah aku tetap memandangmu dari jauh? Bolehkah aku tersenyum melihat tingkahmu? Bolehkah aku menyapamu dan mendapatkan sapaanmu kembali? Bolehkah aku mengobrol bersamamu seperti kala itu?
Aku tahu perkenalan kita begitu singkat. Hanya dalam beberapa waktu. Tapi, kamu tahu? Hari-hariku begitu penuh kebahagiaan. Kehadiranmu buatku tahu bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan rupa yang memikat sepertimu. Aku rindu, rindu berbincang singkat dan tertawa kecil bersamamu. Rindu memandangmu dari jarak terdekat. Rindu mendengarkan keluh kesahmu, dan pada saat itu aku hanya bisa mendengar tanpa bisa memberi solusi. Kamu tahu kenapa? Karena kita belum lama saling mengenal, aku takut solusiku akan membuatmu semakin kecewa.
Kisah klasik yang sangat lucu.
Aku rasa kini kamu sedang bersedih. Bagaimana aku tahu? Memangnya aku peramal? Tak perlu kamu tahu darimana aku merasakannya. Yang terpenting aku ikut sedih bila kamu bersedih. Ingin rasanya aku menyiapkan bahuku untukmu menangis dan ingin rasanya aku menjadi sandaran ketika kamu ingin terjatuh. Aku akan siapkan dua tangan dan sepuluh jariku untukmu. Untuk apa? Untuk menghapus air matamu yang lara.
Aku sedih bila kamu bahagia dengan yang lain, namun aku lebih sedih bila kamu tersakiti oleh dia yang kamu bahagiakan. Bolehkah aku memberi peringatan pada dia? Namun aku sadar, aku siapa? Aku hanya seorang pengagum yang lahir dari kenangan indahmu.
Aku ingin suatu hari nanti kamu tahu ada seseorang yang benar-benar tulus mencintaimu tanpa sebab. Ada seseorang yang ingin manjadi milikmu lalu membuatmu bahagia dengan rasa nyaman. Itulah aku. Manusia yang penuh harapan dapat bersamamu. Apakah boleh? Jawaban itu masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.
Semoga Tuhan dapat manafsirkan semua perasaanku. Lalu, mengubah hatimu terpikat pada diriku. Bila kita bersatu, maknanya Tuhan setuju kamu sebagai pendamping terbaik untukku. Bila kita pecah dengan jalan yang tak bertemu, maknanya Tuhan ingin aku didampingi oleh seseorang yang lebih baik darimu.
Aku ucapkan terimakasih atas waktumu yang begitu singkat. Perkenalan lucu yang sangat berkesan hingga kini. Obrolan manis yang terpapar dengan senyuman indah yang menghiasi. Terimakasih kamu ingin mengenalku apa adanya dan menyapaku di awal perkenalan manis kita.
Yukkk, dicomment guyss!! Aku mau tahu apa yang kalian rasakan saat ini, saling berbagi cerita yukk :')
Gimana? Tersentuh gak? Semoga suka guyss, aku mau mewakili perasaan kalian yang mengalami ini :')
Terkadang cinta itu menyakitkan, membuat tetesan air mata terjatuh demi seseorang yang bahkan tak tahu perasaan diriku. Memang, cinta itu tak harus memiliki. Namun, bolehkah aku untuk tetap mencintaimu? Mengenalmu saja aku sudah bahagia, apalagi aku bisa bersamamu di setiap waktu.
Pikiran buruk terkadang selalu terpintas dalam benakku. Aku takut hatimu jatuh ke pelukan dia, yang mungkin lebih baik dan sempurna dariku. Bukannya aku takut untuk kehilanganmu, namun aku takut tak dapat melupakanmu setiap waktu.
Aku ingin suatu saat kamu tahu, ada seseorang yang sabar menantimu. Ada seseorang yang rela menahan tangis demi kebahagiaanmu. Ada seseorang yang tak pernah lelah untuk mengingat wajahmu.
Bolehkah aku tetap mencintai kamu?
Bila kamu bahagia bukan karena aku, aku akan ikut bahagia. Kamu tahu mengapa? Karena kebahagiaan dapat terpancar saat seseorang yang aku cintai tersenyum bahagia. Meskipun nanti aku hanya bisa menatap punggungmu yang menjauh pergi bersama dia. Tenang saja, pada saat itu aku takkan marah. Tapi, aku akan menangisi kepergianmu. Tangisku akan meyadariku untuk melepasmu selamanya.
Heiii, bolehkah aku tetap memandangmu dari jauh? Bolehkah aku tersenyum melihat tingkahmu? Bolehkah aku menyapamu dan mendapatkan sapaanmu kembali? Bolehkah aku mengobrol bersamamu seperti kala itu?
Aku tahu perkenalan kita begitu singkat. Hanya dalam beberapa waktu. Tapi, kamu tahu? Hari-hariku begitu penuh kebahagiaan. Kehadiranmu buatku tahu bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan rupa yang memikat sepertimu. Aku rindu, rindu berbincang singkat dan tertawa kecil bersamamu. Rindu memandangmu dari jarak terdekat. Rindu mendengarkan keluh kesahmu, dan pada saat itu aku hanya bisa mendengar tanpa bisa memberi solusi. Kamu tahu kenapa? Karena kita belum lama saling mengenal, aku takut solusiku akan membuatmu semakin kecewa.
Kisah klasik yang sangat lucu.
Aku rasa kini kamu sedang bersedih. Bagaimana aku tahu? Memangnya aku peramal? Tak perlu kamu tahu darimana aku merasakannya. Yang terpenting aku ikut sedih bila kamu bersedih. Ingin rasanya aku menyiapkan bahuku untukmu menangis dan ingin rasanya aku menjadi sandaran ketika kamu ingin terjatuh. Aku akan siapkan dua tangan dan sepuluh jariku untukmu. Untuk apa? Untuk menghapus air matamu yang lara.
Aku sedih bila kamu bahagia dengan yang lain, namun aku lebih sedih bila kamu tersakiti oleh dia yang kamu bahagiakan. Bolehkah aku memberi peringatan pada dia? Namun aku sadar, aku siapa? Aku hanya seorang pengagum yang lahir dari kenangan indahmu.
Aku ingin suatu hari nanti kamu tahu ada seseorang yang benar-benar tulus mencintaimu tanpa sebab. Ada seseorang yang ingin manjadi milikmu lalu membuatmu bahagia dengan rasa nyaman. Itulah aku. Manusia yang penuh harapan dapat bersamamu. Apakah boleh? Jawaban itu masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.
Semoga Tuhan dapat manafsirkan semua perasaanku. Lalu, mengubah hatimu terpikat pada diriku. Bila kita bersatu, maknanya Tuhan setuju kamu sebagai pendamping terbaik untukku. Bila kita pecah dengan jalan yang tak bertemu, maknanya Tuhan ingin aku didampingi oleh seseorang yang lebih baik darimu.
Aku ucapkan terimakasih atas waktumu yang begitu singkat. Perkenalan lucu yang sangat berkesan hingga kini. Obrolan manis yang terpapar dengan senyuman indah yang menghiasi. Terimakasih kamu ingin mengenalku apa adanya dan menyapaku di awal perkenalan manis kita.
Yukkk, dicomment guyss!! Aku mau tahu apa yang kalian rasakan saat ini, saling berbagi cerita yukk :')
Gimana? Tersentuh gak? Semoga suka guyss, aku mau mewakili perasaan kalian yang mengalami ini :')
Kyak yang lg biba rasain min:)
BalasHapusWaduhhh, yg sabar ya 😅
Hapushmmm...sesuatu yang di sampaikan dari hati, pasti akan sampai kehati😥😥.. sedihh...
BalasHapusIya betul :')
HapusMin jika cinta itu kita rasakan bersama kepada satu orang, mimin lebih pilih mengalah atau berjuang walau itu sahabat mimin?
BalasHapusMengalah aja :(. Jika jodoh pasti suatu saat dipersatukan kok :')
HapusDuhh ga kuat aku ga kuat
BalasHapusPegangan biar gk jatuh hehe
Hapus